Puasa

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang ke-3, yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslim. Menurut bahasa puasa artinya menahan , sedangkan menurut istilah puasa yaitu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit pajar sampai terbenam matahari.



Adapun macam-macam/hukum puasa yaitu :
1. Puasa wajib yaitu puasa yang tidak boleh ditinggalkan , apabila ditinggalkan mendapat dosa dan apabila dilaksanakan mendapat pahala . yang termasuk puasa wajib diantaranya :
1) Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib bagi orang yang sehat. Sedangkan bagi yang sakit atau mendapat halangan dapat membayar puasa ramadhan di lain hari selain bulan ramadan. Puasa ramadhan dijalankan selama sebulan penuh yaitu sampai datangnya bulan syawal atau hari raya idul fitri.
2) Puasa Nazar hukumnya wajib jika kita sudah berniat akan menjalankan puasa nazar. Puasa nazar dilaksanakan ketika kita mendapat suatu nikmat/keberhasilan. Puasa nazar juga dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rezeki yang telah diberikan.
2. Puasa sunat yaitu apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dilaksanakan tidak berdosa/tidak apa-apa. Yang termasuk puasa sunat diantaranya:
1) Puasa 6 hari di bulan Syawal, hikmah menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal yaitu menyempurnakan segala kekurangan dalam menjalankan ibadah di bulan puasa ramadhan. Dari Abu Ayyub ra. ia berkata, bahwa Rasulullah pernah bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikutinya berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah orang tersebut seperti berpuasa satu tahun.” (H.R. Muslim)
2) Puasa Arafah, Jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini disunnatkan bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji. Hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Berpuasa dihari Arafah menghapuskan dosa dua tahun yaitu dosa satu tahun yang telah lalu dan dosa satu tahun yang akan datang”. (H.R. muslim)
3) Puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal 10 Muharam. Seperti diungkapakan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah:
“Berpuasa pada hari Asyura adalah menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu”.
4) Puasa Sya'ban, Dari Aisyah ra, ia menceritakan:
“Saya tidak pernah mengetahui (melihat) Rasulullah Saw. menyempurnakan puasanya satu bulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah mengetahui pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak selain dari bulan Sya’ban” (HR Bukhari dan Muslim)
5) Puasa Senin dan kamis, puasa hari senin dan kamis hukumnya sunat. Puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.
“Amal perbuatan itu diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang diperiksa amal perbuatanku, sedangkan saya sedang berpuasa. (HR Tirmidzi)
3. Puasa Haram yaitu puasa yang diharamkan hukumnya , apabila dikerjakan berdosa. Yang termasuk puasa haram antara lain:
1) Puasa pada hari raya yaitu pada hari raya Idul fitri dan Idul Adha
2) Puasa pada hari Tasyrik, yaitu tanggal 12, 13, dan 14 dzulhijjah
3) Berpuasanya seorang istri tanpa seizin suami
4) hadis Rasulullah Saw yang berbunyi:
“Berpuasa di hari ‘Arafah menghapuskan dosa dua tahun yaitu dosa satu tahun yang telah lalu dan dosa satu tahun yang akan datang”. (H.R. Muslim)
Ada juga yang mengatakan tanggal 9 dan 10 Muharram. Dengan berpuasa pada hari Asyura, Insya Allah akan dihapuskan dosanya satu tahun yg lalu. Seperti yang diungkapkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah:
“Berpuasa pada hari Asyura adalah menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang lalu”.

Syarat wajib puasa yaitu :
• Beragama Islam
• Baligh (telah mencapai umur dewasa)
• Berakal
• Berupaya untuk mengerjakannya.
• Sehat
• Tidak musafir

Syarat Sah Puasa yaitu :
• Beragama Islam
• Berakal
• Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
• Hari yang sah berpuasa.

Rukun Puasa
• Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan atau hari yang hendak berpuasa. Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
Adapun niat puasa ramadhan :

“nawaytu shawma ghadin,
'an adaa`i fardhi
als-syahri ramadhaana haadzihi als-sanati,
li `allaahi ta'aalaa.”

artinya:
Aku-tlh-berniat-untuk suatu-puasa besok,
agar aku-menunaikan kewajiban
sang-bulan ramadhän ini sang-tahun,
untuk Allah Maha-Tinggi.http://www.blogger.com/blog-options-basic.g?blogID=7797553178821470104
Pengaturan

• Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.
Sunat Berpuasa
• Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman




Sunat Berpuasa
• Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
• Melambatkan bersahur
• Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
• Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
• Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
• Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
• Membaca doa berbuka puasa
Adapun doa berbuka puasa:




Kamis, 30 September 2010 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar